Doa Karna — Perang Baratayudha di Tanah Kurusetra merupakan perang saudara Dinasti Kuru. Destarasta merupakan saudara tua yang berhak memimpin. Tapi karena ia tidak dapat melihat alias buta maka kepemimpinan diserahkan kepada adiknya, Pandu. Pandu mempunya anak-anak yang disebut dengan Pandawa. Sedangkan Destarasta memiliki para putra yang disebut dengan Kurawa. Terus ada sosok Karna yang berada di kubu Kurawa padahal ia adalah anak dari Kunti, ibu dari 3 orang dari 5 Pandawa.
Karena Pandu yang resmi memerintah maka penerus kerajaan selanjutnya adalah anaknya. Ini karena di situ adalah kerajaan yang kekuasaan diwariskan secara turun temurun. Di satu sisi anak-anak Destarasta berkeinginan juga untuk menjadi pewaris tahta. Ini karena sebenarnya ayah merekalah yang berhak memimpin, bukan pama mereka Pandu.
Di akhir kisah terjadilah peperangan antara kubu Pandawa dan kubu Kurawa untuk merebutkan tahta. Masing-masing pihak, baik Pandawa maupun Kurawa membangu kekuatan dan aliansi, termasuk deng kerajaan-kerajaan lain. Ini adalah perang saudara Dinasti Kuru yang melibatkan banyak kubu dan kerajaan lain.
Salah satu orang berpihak ke Kurawa adalah Raja Angga Karna. Ia adalah tokoh luar biasa yang sakti mandraguna. Ia bertempur melawan Arjuna. Sang tokoh yang terkenal ganteng ini bisa mengalahkan Karna tapi dengan cara licik, yaitu ketika Karna lagi tidak siap.
Karna sendiri merupakan anak tertua kunti dan merupakan saudara para Pandawa. Ia berpihak pada Kurawa karena komitennya pada mereka yang telah membela dan mengangkat derajatnya. Ia adalah sosok mulia yang berpihak pada Kurawa.
Kurawa sendiri bukanlah kumpulan orang-orang jahat semua. Di sana ada guru dan para senior Pandawa. Ini karena kubu kurawa pada waktu itu adalah kubu yang secara resmi memegang tampuk kekuasaan. Dengan memakai nama “Kurawa” sendiri sudah menunjukkan bahwa mereka adalah kubu Dinasti Kuru. Bisa dikatakan Pandawa yang merupakan bagian dari Dinasti Kuru menyempal dan melawan kubu resmi.