Karna yang Dipermalukan oleh Pandawa Lima tapi Dimulyakan Para Kurawa

Doa Karna — Sosok Raja Angga Karna merupakan tokoh yang unik dalam kisah pewayangan maupun dalan wiracaritera Mahabharata. Ia sebenarnya lahir sebagai kesatria karena anak dari Kunti. Bahkan menurut versi Aslinya ia adalah anak dari dewa Surya. Ini karena Kunti hamil karena mengucapkan mantra yang terkait dengan Dewa Surya. Tapi karena Kunti masih perawan dan belum menikah maka untuk menutupinya Karna bayi dihanyutkan ke sungai dan ditemu serta diadopsi oleh kusir istana.

Setting kisah Mahabharata adalah masyarakat Hindustan dengan segala norma dan tatanan sosialnya, termasuk di dalamnya adalah sistem kasta. Masing-masing kasta punya peranannya sendiri dan tidak bisa dipertukarkan. Ada Kasta Brahmana, Kasta Kesatria, Waisya dan Sudra.

Raja Angga Karna terlahir sebagai Kesatria, karena dibuang dan dipungut serta diasuh oleh orangtua degan kasta yang ada di bawahnya maka tidak dikenal sebagai berkasta kesatria. Ketika berguru pada seorang resi ia mengaku berkasta brahmana agar diterima menjadi murid.

Ketika menantang bertarung kesatria-kesatria kerajaan Astinapura ia diejek oleh para Pandawa, yaitu para putra Pandu. Para Pandawa tidak mau bertarung dengannya karena dianggap tidak sekasta. Di sini kita melihat bahwa Pandawa yang lebih sering dicitrakan sebagai kelompok kebenaran dan baik ternyata meremehkan orang yang beda kasta.

Di tengah ejekan para Pandawa Kurawa atau para sepupu Pandawa malah membela Karna dan menganggapnya layak untuk bertarung. Para Kurawa yang dicitrakan sebagai negatif ternyata lebih tidak memandang seseorang berdasarkan kastanya. Kalau dalam kaca mata sekarang maka dalam hal ini Kurawa lebih baik daripada Pandawa.

Sebab pembelaan para Kurawa inilah yang membuat Raja Angga Karna berpihak pada Kurawa pada perang Baratayudha di Tanah Kurusetra. Ia rela bertarung dengan para adiknya para Pandawa.

Jika diteliti dengan seksama maka kisah Mahabaratha tidak mengajarkan untuk melihat orang secara hitam-putih: Bahwa Pandawa pasti baik dan Kurawa pasti buruk. Ini belum lagi jika dilihat bahwa di kubu Kurawa adalah kubu resmi kerajaan sehingga di situ terdapat juga guru para Pandawa.

Karna yang Dipermalukan oleh Pandawa Lima tapi Dimulyakan Para Kurawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas