Doa Karna — Arjuna adalah tokoh Wiracaritera Mahabharata yang terkenal rupawan dan ahli perang dengan senjatanya yaitu panah. Ia mengalahkan saudaranya yang berperang di pihak musuh: Raja Angga Karna. Karena kerupawanannya Arjuna dekat dengan banyak wanita.
Begitu juga dengan proklamator dan presiden pertama kita Ir. Sukarno. Dia dekat para wanita mulai dari muda sampai denga masa tuanya. Ia menikah dengan anak gurunya, dengan ibu kosnya, dengan tokoh tempat ia diasingkan di bengkulu, dengan penari, dengan perempuan Jepang dan lain-lain. Ia dikelilingi para wanita.
Sukarno adalah tokoh dengan ide revoluioner. Ia dekat dengan tokoh-tokoh revolusi dunia, seperti Videl Castro. Sukarno sendiri digelari dengan Bapak Revolusi.
Karena aktivitas politiknya di masa Hindia Belanda ia pernah dipenjara, diasingkan ke Ende, Nusa Tenggara Timur dan ke Bengkulu. Pidato yang disampaikan menarik perhatian para pendengar. Ia memang orator yang ulung.
Tapi di sisi yang lain pendiri PNI ini adalah sosok yang haus akan kasih sayang wanita. Begitu kira-kira yang dijelaskan oleh Istri Keduanya Inggit Garnarsih dalam buku “Ku Antar Kau Sampai Ke Gerbang.”
Kebiasaan dekat dengan para wanita ini berlanjut ketika sudah menjadi presiden. Dengan kekuasaan yang dimilik maka daya tarinya tentu bertambah. Ia pun menikah lebih dari atu atau poligami. Hal ini sampai membuat Fatmawati ngambek dan keluar dari istana negara.
Perilakunya ini juga membuat ia diprotes oleh beberapa kalangan. Perselisihannya dengan Jenderan AH. Nasution disinyalir salah satunya disebabkan perbedaan pandangan tentang poligami. AH Nasution anti poligami. Organisasi wanita di bawah PKI juga memprotes apa yang dilakukannya.
Ada yang mengatakan bahwa kelemahan Sukarto adalah harta, sedang kelemahan Sukarno adalah wanita.